smk bisa smk hebat

SMP Negeri 1 Lembah Seulawah  yang berlokasi di Saree melaksanakan UASBN PAI berbasis Komputer di Laboratorium SMK-PP Negeri Saree, 16/04/18.

Pemanfaatan Laboratorium Komputer SMK-PP Negeri Saree oleh siswa siswi SMPN 1 Lembah Seulawah dalam Rangka UASBN PAI Berbasis Komputer ini merupakan salah satu program dan kegiatan yang dijalankan oleh SMK-PP Negeri Saree yang termaktum didalam Rencana Kerja Program Revitalisasi SMK, dimana keberadaan SMK mesti dapat memberi manfaat kepada Lingkungan dan masyarakat sekitar, yaitu pemanfaatan fasilitas yang ada.
 
Siswa SMP Lemba seulawah yang mengikuti Ujian berbasis Komputer ini sebanyak 92 orang yang dibagi dalam 2 sesi ujian begitu kata Pak Suryadi, SP selaku Operator Laboratorium Komputer sekaligus Guru Simulasi Digital SMK-PP Negeri Saree. pelaksanaan ujian ini berjalan dengan lancar dan aman. Terangnya.
 
Dilain pihak, Kepala SMP Negeri 1 Lembah Seulawah, Masna, S.Pd mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan SMK-PP Negeri Saree yang telah memberi izin kepada Sekolah nya untuk pemakaian Laboratorium Komputer SMK-PP Negeri Saree dalam UASBN PAI ini. Beliau juga berharap pihak SMK-PP Negeri Saree tetap memberi izin pemakaian Lab.Komputer untuk pelaksanaan UNBK yang akan berrlangsung pada 23 April mendatang. 
 
Kemudian, Masna menjelaskan bahwa pihaknya sedang mengusulkan perangkat komputer untuk sekolahnya pada tahun ini kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Besar, sehingga tahun 2019 nanti dapat melaksanakan Ujian Berbasis komputer secara mandiri. Mohon do'anya semoga permintaan ini dikabulkan ya pak, begitu pintanya. (kimi)

Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK-PP) Negeri Saree, Kabupaten Aceh Besar menyatakan, siap untuk mendidik anak di seluruh provinsi itu guna menjadi wirausaha muda di sektor pertanian.

“Kami siap mendidik siswa-siswi SMK-PP Saree menjadi pengusaha muda yang sukses di bidang pertanian, setelah lulus merek nantinya bisa membuka usaha sendiri,”kata Kepala SMK-PP Saree, Muhammad Amin kepada wartawan di Aceh Besar, Selasa (17/4/2018).

Ia menyatakan, setelah lulus dari sekolah tersebut mereka bisa mengembangkan ketrampilannya untuk membuka usaha, dengan begitu angka pengangguran akan berkurang dengan adanya lapangan kerja.

Lebih lanjut, Ia mengatakan, dalam pembelajaran pihaknya melakukan berbagai inovasi memadukan dengan berbagai teknologi terbaru dalam pengembangan sektor pertanian dan peternakan.

"Artinya kita terus melakukan berbagai inovasi dan pengembangan ilmu sehingga peserta didik yang ada mampu menjadi wirausaha mudan dan menjadi agen dalam pengembangan sektor pertanian saat kembali ke daerah asal,"tambahnya.

Dia menambahkan SMK-PP Negeri Saree memiliki enam Kompetensi Keahlian yaitu Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Agribisnis Tanaman Perkebunan, Pemuliaan dan Perbenihan Tanaman, Agribisnis Ternak Ruminansia dan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian.

“Untuk itu, pihaknya memberikan kesempatan kepada seluruh lulusan SMP/sederajat di Aceh untuk memanfaatkan kesempatan yang ada dengan mendaftar sebagai salah satu calon siswa baru di SMK-PP Negeri Saree,"ujarnya.

M Amin menjelaskan, pada tahun 2018 pihaknya akan menerima sebanyak 180 siswa baru untuk beberapa jurusan favorit yang ada di SMK-PP Negeri Saree dengan masa pendaftaran akan berakhir pada 20 April.

"Kami berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan anak-anak di Aceh yang memiliki minat dan jiwa untuk mengembangkan potensi pertanian yang tersebar di seluruh pelosok,"terang Muhammad Amin.

Menurut dia, siswa yang belajar saat ini berasal dari berbagai daerah yang ada di seluruh Aceh dan setiap tahun minat lulusan SMP/sederajat untuk melanjutkan studi di sekolah kejuruan Pembangunan Pertanian Negeri Saree tersebut mengalami peningkatan setiap tahunnya.

"Alhamdulillah, animo lulusan SMP/sederajat yang mendaftar terus terjadi peningkatan dan untuk tahun ini sudah mendaftar sebanyak 240 orang dari yang dibutuhkan sebanyak 180 orang,"pungkasnya.(adi/ded)

sumber : https://www.acehbisnis.co/2018/04/17/smk-pp-saree-siap-lahirkan-pengusaha-muda/

Ibu-ibu perwakilan PKK provinsi Aceh Mengunjungi SMK-PP negeri Saree dalam rangka konsultasi dan melihat model pemanfaatan lahan perkarangan untuk tanaman pangan produktif. Selasa, (17 April 2018).

Rombongan berkunjung kelapangan untuk melihat dan ikut memanen Bunga Kol dan Kubis hasil usaha siswa, yang dilanjutkan melihat Pembibitan Tanaman Hias dan Green House Hydroponic.

Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK-PP) Negeri Saree, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Muhammad Amin, dalam kepada Tim PKK mengatakan bahwa daerah Saree sangat cocok untuk dikembangkan sayur mayur seperti kubis dan bunga kol.

“Penanaman kubis dan bunga kol baru pertama kali dikembangkan di sini, dan hasilnya Alhamdulilah sangat memuaskan,” kata M. Amin, di sela-sela saat mendampingi ibu-ibu PKK tersebut memanen kubis dan bunga kol di lahan sekolah itu.

Ia menjelaskan, kubis dan bunga kol yang ditanam di areal SMK PP Negeri Saree tersebut merupakan hasil praktek kompetensi siswa (i) kelas XII dan turut didampingi guru di sekolah tersebut.

kemudian tim PKK tersebut juga singgah ke Unit Produksi pengolahan hasil pertanian, disini disuguhi minuman teh rosella, roti dan es krim hasil olahan siswa dan alumni. ibu-ibu PKK Propinsi Aceh ini sangat senang dan tertarik untuk menggerakkan dan mengembangkan kegiatan pertanian ini kepada anggota PKK guna termanfaatkan lahan lahan atau perkarangan rumah anggota, dan juga terpenuhinya kebutuhan sayur-sayuran sehari-hari anggota PKK. Kunjungan ini akan ditindaklanjuti dengan membuat kesepakatan kerjasama dalam peningkatan sumber daya anggota PKK propinsi Aceh khususnya bidang Pertanian. (kimi)

Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK-PP) Negeri Saree Propinsi Aceh mengembangkan tanaman Kubis di lingkungan sekolah, 16/4/18.
"Penanaman kubis ini baru pertama kali dikembangkan di sini dan hasilnya Alhamdulilah sangat memuaskan," kata Kepala SMK-PP Negeri Saree, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Muhammad Amin, di sela-sela panen perdana kubis dan bunga kol di lahan sekolah itu, Senin.

Ia menjelaskan kubis yang ditanam di areal SMK PP Negeri Saree tersebut merupakan hasil praktek siswa kelas X dan XI  dan turut didampingi guru di sekolah tersebut, dalam hal ini adalah Pak Hamdan, S.Pd.,M.Pd

M Amin menjelaskan penanaman kubis yang dilakukan secara perdana yang ikut bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh tersebut mampu menghasilkan kubis dengan berat di atas 1 kilogram per batang.

Menurut dia, dengan keadaan wilayah di Saree Kabupaten Aceh Besar tersebut pengembangan kubis sangat cocok untuk dikembangkan dan budidaya petani sehingga hasil panen dapat memenuhi permintaan pasar untuk wilayah Aceh Besar, Banda Aceh dan Pidie.

"Kami sangat yakin bunga kubis dapat dikembangkan dengan baik mengingat akan hasil panen yang telah dilakukan dan disesuaikan dengan kondisi wilayah," katanya yang turut didampingi Kepala Seksi Kerja Sama dan Pelayanan Pengkajian (BPTP) Balitbangtan-Aceh, Abdul Aziz.

Abdul Aziz mengatakan kerja sama penyebarluasan inovasi teknologi dengan SMK-PP Negeri Saeree merupakan bagian dari tindaklanjut kerja sama yang telah disepakati kedua lembaga tersebut.

"BPTP Aceh sangat mendukung kegiatan SMK-PP Negeri Saree dalam hal pendampingan teknologi yang sudah eksis sesuai dengan tupoksi BPTP seperti melakukan pengkajian teknologi spesifik lokasi," katanya.

Pihaknya berharap dengan adanya kerja sama tersebut siswa dan siswi yang belajar di lembaga pendidikan tersebut menjadi agen teknologi dalam pengembangan bunga kol dan kubis saat kembali ke daerah masing-masing. (kimi)

 

16 orang siswa kelas X Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP) SMK-PP Negeri Saree melaksanakan kunjungan lapangan ke Pidie dan Bener Meriah pada 4-5 April 2018, (11/4//18).

Dibawah arahan pak Azhar, SP, selaku ketua Kompetensi Keahlian para siswa pertama sekali mengunjungi CV. ISH di Geulumpang minyeuk Pidie,disini para siswa diterima oleh H. Syafruddin. Tgk Haji begitu selalu dipanggil, menjelaskan dan menunjukkan proses penggilingan padi di kilang tersebut. Kilang ini memiliki alat dan sarana yang canggih seperti open yang yang dapat mengolah padi hingga 60 Ton sekali proses dan juga memiliki timbangan digital.

kemudian Kunjungan dilanjutkan ke Kebun Percobaan Gayo BPTP Pondok Gajah Bener Meriah, dalam kesempatan ini, siswa memperoleh materi tentang menentukan ciri-ciri benih/biji berbagai varietas kopi oleh bapak Ishar, SP. Beliau menjelaskan bagaimana Pemilihan bibit kopi terbaik  dan unggul adalah jalan terbaik untuk menentukan hasil dari biji kopi yang berkualitas. Ada beberapa varietas bibit unggul untuk arabika dengan kode S 795, USDA 762, dan Kartika. Sedangkan varietas bibit unggul untuk jenis robusta yang dipergunakan adalah klon seperti klon BP 358 dan klon BP 42.

Pemilihan bibit kopi terbaik  biasanya diperoleh dari hasil cangkok hingga mengeluarkan akar dan siap dipindah dalam polibeg dengan menunggu pertumbuhan tanaman untuk siap ditanam sekitar berumur 3 bulan atau sudah kuat untuk ditanam dan dipindah pada lahan. Untuk membuat bibit tanaman kopi biasanya menggunakan sistem perkembangbiakan vegetative dengan cangkok/stek, terang Ishar.

Disamping itu, pak ishar juga menjelaskan Tugas dan Fungsi dari Kebun Percobaan (KP) Gayo dan BPTP Pondok Gajah, yaitu sebagai ; Kebun sumber daya genetik kopi Arabika Gayo, Pusat Pengkajian dan Penelitian tentang kopi Arabika Gayo, Kebun kunjungan Agrowisata kopi Arabika Gayo dalam dan luar negeri, Tempat pembibitan dan sumber benih kopi Arabika Gayo, dan  Sebagai Taman Persahabatan kopi Dunia. Ini semua karena BPTP Pondok Gajah memang fokusnya pada Varietas Kopi.

Mendengar penjelasan yang cukup baik dan teratur, para siswa terlihat sangat antusias dan bersemangat, malah beberapa siswa sempat berceletuk bahwa setelah tamat nanti ingin menjadi petani kopi, selain bisa menghasilkan dari segi ekonomi juga turut serta melestarikan tanaman kopi asli gayo.

Setelah itu, rombongan bergerak ke salah satu Pabrik pengolahan kopi yaitu CV. Gayo Mandiri Coffee, ini disini para siswa dapat melihat proses penyemuran kopi, pemilihan kopi berdasar besar kecil dan kualitas kopi, dilanjutkan dengan kegiatan roasting dan penggilingan yang mana akhirnya menjadi serbuk kopi siap untuk dipacking dan dipasarkan. Azhar berharap kegiatan fieldtrip ini memberi dampak terhadap peningkatan motivasi belajar siswa dimana itu semua akan nampak ketika mereka tamat nanti menjadi modal terjun kedalam masyarakat, dengan harapan mereka bisa menjadi wirausahan muda pertanian. (kimi).

Kalender Pendidikan

Login Member

Web Sekolah Indonesia designed by divisidatalitbang.net