Berita

Berita Kegiatan Sekolah

Burni

Burni

Mudahkanlah, jangan dipersulit!

Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian ( SMK-PP ) Negeri Saree berhasil meraih Juara 1 Bidang Agronomi dalam Kegiatan Lomba Kegiatan Siswa (LKS) SMK Tingkat Propinsi Aceh tahun 2018. Juara 1 ini diraih oleh Hilda Aini Sifaq selaku siswa ATPH kelas XI setelah berhasil mengalah peserta dari 22 kabupaten lainnya. Hilda berhasil mengeluarkan kemampuan terbaik nya berdasarkan yang dipelajari selama ini sesuai bimbingan ibu Mutiawati, SP. Prestasi bidang Agronomini merupakan Juara 1 untuk ke 3 kali secara berturut-turut selama SMK-PP Negeri Saree mengikuti LKS yaitu 2016 di Lhoksukon, 2017 di Banda Aceh, dan 2018 di Banda Aceh. Semoga kedepan bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan hingga dapat meraih prestasi di LKS tingkat Nasional, begitu harapan Muhammad Amin, SP.,MP selaku Kepala SMK-PP Negeri Saree. Pihak sekolah selalu dan terus meningkatkan kompetensi siswa dalam rangka menyukseskan revitalisasi SMK yang sedang dijalankan, begitu imbuhnya.

Selain meraih prestasi di bidang Agronomi, dalam LKS yang dilaksanakan sejak 2-6 Oktober 2018 ini, siswa SMK-PP Negeri Saree juga meraih Juara 3 dalam bidang Post Harvest Technology (Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian) atas nama Dharma Julian Bangun. Prestasi ini sedikit menurun dibanding tahun 2017 yaitu juara 2. Hasil ini membuat kami bersedih karena belum bisa meraih juara 1, namun kami bangga kepada anak didik kami yang telah berusaha dan berjuang dengan sekuat tenaga serta sebaik mungkin dalam lomba, semoga ini menjadi cambuk buat siswa dan kami untuk berbuat lebih baik lagi tahun depan, begitu kata Yuni Hasrita, S.TP selaku pembimbing.

Kegiatan LKS bidang Agronomi dan Post Harvest Technology ini dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Aceh di SMK Al-Mubarkeya Aceh Besar. Dimana panitia LKS dalam hal penilaian lomba mengundang Dosen Fakultas Pertanian selaku juri lokal dan P4TK Pertanian Cianjur selaku Juri Nasional, dalam hal ini diwakili oleh Ir. Atat Budiarta S,.MP dan Ir. Lily Mariana Salman, M.Si. ini semua dilakukan sesuai arahan Kadis Pendidikan Aceh dalam sambutan pembukaan LKS mengatakan LKS tahun ini harus menghasilkan juara yang sesuai nilai batas minimal sehingga diharapkan para juara dapat bersaing dalam LKS Tingkat Nasional tahun depan.

Para juara 1 dalam LKS Propinsi Aceh tahun 2018 ini akan mewakili Aceh untuk ikut dalam kegiatan LKS Tingkat Nasional Tahun 2019 yang akan dilaksanakan pada 7 - 13 Juli 2019 di Kota Yogyakarta. Oleh sebab, para juara 1 ini, termasuk Hilda Aini Sifaq tidak boleh larut dalam kegembiraan juara, namun harus mulai mempersiapkan diri untuk LKS tingkat nasional disamping mengikuti pembelajaran di kelas seperti biasa.

Banda Aceh, 6 Oktober 2018

Wakasek Humas dan Kerjasama

SMK-PP Negeri Saree

Khatmi Ilyas, S.Pd

juara lks 1juara lks 2

juara lks 4

uji sertifikasi kompetensi 7

Kementerian Pertanian Republik Indonesia melaksanakan Uji Sertifikasi Kompetensi kepada 25 orang siswa SMK-PP Negeri Saree pada 3 - 5 Oktober 2018. Kegiatan ini secara teknis dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP-P2) Kementan dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di Tempat Uji Kompetensi (TUK) SMK-PP Negeri Saree. Sertifikasi Kompetensi dilaksanakan ke 25 orang siswa kelas XII Kompetensi Keahlian Agribisbis Tanaman Pangan dan Hortikultura yang fokus pada skema Pelaksana Produksi Benih Tanaman.

Kegiatan ini diawali dengan upacara pembukaan oleh Muhammad Amin, SP, MP selaku kepala SMK-PP Negeri Saree yang diikuti oleh para Wakasek, Kasubbag TU, Ketua Kompetensi Keahlian ATPH, Ketua TUK, Asesor BNSP dari LSP-P2 Kementan dan juga para siswa selaku peserta Uji Sertifikasi Kompetensi. Setelah pembukaan, langsung dilaksanakan Uji Kompetensi yang diawali dengan tahap pra konsultasi Asesmen, Asesmen, Ujian Tulis di laboratorium Komputer, Observasi dan Re-asesmen jika peserta tidak lulus ujian tulis pertama. Setelah semua tahapan dilakukan dengan benar, kegiatan akan diakhiri dengan rekomendasi Kompeten.

Pelaksanaan sertifikasi kompetensi ini diuji oleh 3 orang asesor dari LSP-P2 Kementan yaitu ; Ir. Mursidin, Dr. Dwi Febrimeli, SP, M.Sc, dan Binsar Simatupang, SP, MP. Dimana langsung diawasi oleh bapak Andy Susilo, S.Kom selaku utusan LSP-P2 Kementan dan bapak Agus Warsito selaku utusan BNSP. Setelah melalui berbagai tahapan yang telah dilaksanakan dan diuji selama 3 hari, para siswa tersebut dinyatakan Kompeten dalam bidang Pelaksana Produksi Benih Tanaman. Kamaruzzaman, SP, MP selaku Ketua TUK SMK-PP Negeri Saree yang juga sebagai penanggungjawab kegiatan Sertifikasi Kompetensi ini mengaku senang dan bersyukur bahwa seluruh peserta dinyatakan kompeten, ini menjadi motivasi bagi kami selaku ketua TUK dan guru pertanian untuk terus meningkatkan kompetensi para siswa, karena kedepan setiap siswa yang tamat dari SMK khususnya SMK pertanian harus memiliki kompetensi yang dibuktikan denga sertifikat yang dikeluarkan oleh BNSP, begitu imbuhnya. Beliau juga berharap program Sertifikasi Kompetensi ini bisa dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya oleh Kementerian Pertanian karena program ini sangat membantu dan dibutuhkan oleh pihak sekolah serta siswa dan alumni.

Saree, 5 Oktober 2018

Wakasek Humas dan Kerjasama

SMK-PP Negeri Saree

Khatmi Ilyas, S.Pd

uji sertifikasi kompetensi 1

PEMBUKAAN UJI SERTIFIKASI KOMPETENSIuji sertifikasi kompetensi 2

uji sertifikasi kompetensi 3uji sertifikasi kompetensi 4uji sertifikasi kompetensi 5uji sertifikasi kompetensi 6

Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK-PP NEGERI SAREE) yang merupakan sebagai generasi muda dapat dibina untuk pelopor pembangunan pertanian, " Bahkan kedepan mereka harus bisa menjadi petani mandiri dan tangguh". Hal tersebut disampaikan Kadistanbun Aceh A. Hanan, SP, MM saat tanam perdana kegiatan produksi jagung hibrida di lahan SMK-PP Saree Aceh Besar Minggu, (30/9/18).

Lebih lanjut A. Hanan mengharapkan melalui kegiatan ini, siswa dapat belajar dengan sungguh-sungguh dengan menerapkan teknologi inovasi secara langsung di lapangan di bawah bimbingan peneliti BPTP. Kesempatan ini perlu dilaksanakan dan dimanfaatkan dengan baik sehingga benih induk dapat menghasilkan benih F1. 
Menurutnya siswa perlu memahami benih yang ditanam bagaimana pola tanam, merawat bahkan sistem penyebukan agar tumbuh dan menghasilkan benih jagung F1. Selain itu para siswa juga perlu dilibatkan untuk menghasilkan inovasi teknologi terbarukan seperti halnya pemanfaatan limbah dan sampah untuk diolah menjadi pupuk organik.

Mewakili Ka. BPTP, Ir. Basri A. Bakar, M.SI didampingi peneliti Abdul Azis menjelaskan benih yang ditanam berasal dari Balit Sereal Maros, terdiri tetua jantan NEI - 9008 dan betina Bima-4 yang nantinya menghasilkan benih Jagung hybrida Bima-20. Menurutnya kerjasama ini perlu terus ditingkatkan, sehingga tugas BPTP Aceh melalui kegiatan produksi benih sebar dapat berkembang dan berkelanjutan. "Dalam memproduksi benih perlu perawatan yang intensif dan lebih serius agar dapat menghasilkan lebih baik", sebutnya.

Sementara Ka. SMK-PP Saree, Muhammad Amin melaporkan bahwa kegiatan produksi jagung hibrida seluas satu hektar merupakan lanjutan kerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Aceh (BPTP Balitbangtan) Aceh.

Kegiatan ini melibatkan 25 siswa dan dihadiri Kabid Produksi Distanbun Aceh, Tim BPSB Provinsi Aceh, Peneliti, guru serta perwakilan siswa SMK Negeri 5 Langsa yang sedang mengikuti magang. (Abdul Azis Muda/F)

 penyerahan penanaman benih jagung 2penyerahan penanaman benih jagung 3penyerahan penanaman benih jagung 4penyerahan penanaman benih jagung 1

Direktorat Pembinaan SMK (Dit-PSMK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melaksanakan Pendampingan Pelaksanaan Program Revitalisasi SMK-PP Negeri Saree. Senin (20/08/18).

Kegiatan pendampingan ini laksanakan selama 5 hari pada tanggal 14-18 Agustus 2018 di Saree. Pendampingan ini dilakukan oleh Dr. Yatty Sugiarti, M.TP, dosen dari I

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Tim Pelaksana Revitalisasi SMK-PP Negeri Saree, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh serta Perwakilan DUDI.

Dalam pendampingan ini, Tim Pelaksana Revitalisasi dibimbing menyusun Rencana Program Kerja sampai tahun 2025, namun fokus implementasi program dilaksanakan pada bulan Agustus - November 2018. Ada 6 bidang Fokus pengembangan Revitalisasi di SMK-PP Negeri Saree, yaitu Pengembangan dan Penyelarasan Kurikulum, Inovasi Pembelajaran, Pemenuhan dan Peningkatan Profesionalitas Guru dan Tendik, Standarisasi Sarana dan Prasarana Utama, Pemutakhiran Program Kerjasama Industri, dan Pengelolaan dan penataan kelembagaan.

Kegiatan pendampingan revitalisasi SMK ini, pendamping juga melakukan peninjauan ke lingkungan sekolah, lapangan praktek, kandang, bengkel, unit pembibitan, dan berbagai Unit Produksi yang dimiliki oleh SMK-PP Negeri Saree. Pada saat turun kelapangan, pendamping melihat berbagai alat praktek yang dimiliki oleh pihak sekolah. Pendamping sempat menyarankan kepada sekolah untuk dapat menggunakan berbagai alat dan fasilitas praktek secara maksimal sehingga berguna bagi peningkatan kualitas peserta didik, kemudian ibu Yatty juga menyarankan seluruh warga kampus untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Pendampingan ini adalah Pendampingan I di tahun 2018, dimana pada di akhir Oktober 2018 akan dilaksanakan kembali pendampingan tahap II. Dimana pada kesempatan itu akan di evaluasi seluruh program revitalisasi yang dilaksanakan oleh SMK-PP Negeri Saree.

Pihak sekolah berharap dengan adanya pendampingan ini, program revitalisasi yang telah dan akan dilaksanakan oleh SMK-PP Negeri Saree dapat menampakkan hasil yang baik demi meningkatnya kualitas pendidikan baik dari segi kurikulum, sarana, karakter peserta didik, bangunan, kebersihan lingkungan, dan sistem pembelajaran sehingga akan menghasilkan lulusan yang siap bekerja dan berwirausaha.

Saree, 20 Agustus 2018

Wakasek Humas dan kerjasama

SMK-PP Negeri Saree

Khatmi, S.Pd

Halaman 1 dari 6

Cari

Pengunjung

138335
Hari ini
Minggu Lalu
Bulan lalu
Semua
1740
119461
38689
138335

Your IP: 54.224.56.126
2018-10-22 14:29