smk bisa smk hebat

 

Siswa kelas X Kompetensi Keahlian Pemuliaan dan Perbenihan Tanaman (PPT) SMK-PP Negeri Saree melaksanakan fieldtrip atau belajar lapangan ke Bener Meriah dan Aceh tengah pada 4-5 April 2018, (5/4//18).

Sebanyak 18 orang siswa PPT yang langsung didampingi oleh Edi Rizal, SP.,MP selaku Ketua Kompetensi Keahlian mengunjungi beberapa lokasi/Instansi pertanian. BPP Redelong Bener Meriah adalah lokasi pertama yang dikunjungi oleh siswa, disini siswa diberi ilmu tentang cara memperoleh benih kentang kualitas unggul. Dalam budidaya kentang kita harus pintar dalam memilih varietas dan bibit yang unggul. Hendaknya cara yang banyak dijelaskan di buku atau di manapun percuma jika anda tidak mempraktikan di lapangan. tentunya akan berbeda jika kita berbicara dilapangan, namun saya akan memberikan ulasan setidaknya bisa membantu pekerjaan adik-adik dalam berkebun. Istilah bibit kentang ini sebenarnya merupakan umbi yang akan dijadikan bibit atau yang akan ditanam bibit ini dapat berasal dari membibitkan sendiri atau membeli, terang bapak Syahrial, SP selaku penangkar benih kentang binaan BPP Redelong. Beliau menjelaskan secara panjang lebar sambil menunjukkan bibit kentang yang baik kepada para siswa siswi.

Benih kentang bermutu diproduksi melalui beberapa generasi, di antaranya plantlet, G0, G1, G2, G3 sampai dengan G4 (G0 dibaca Generasi nol dan seterusnya sampai G4). Plantlet atau Pre-nuclear didapat dari pemurnian varietas kentang dengan teknik kultur jaringan yang dilakukan di dalam laboratorium. Plantlet yang ada distek dan ditanam dalam screen house A untuk menghasilkan benih kentang G0 atau Nuclear, hasil panen yang berupa benih G0 disimpan di dalam gudang untuk kemudian ditanam lagi di screen house B untuk menghasilkan Elite Seed atau benih G1. Benih G1 kemudian ditanam lagi di lapangan untuk menghasilkan benih dasar G2 dan hasil panen disimpan dalam gudang. Selanjutnya diperbanyak kembali di lapangan untuk menghasilkan benih pokok G3 dan ditanam lagi agar menghasilkan benih sebar G4. Benih G4 inilah yang digunakan petani sebagai benih dalam budidaya tanaman kentang, demikian penjelasan pak Syahrial.

kemudian Kunjungan dilanjutkan ke Kebun Percobaan Gayo BPTP Pondok Gajah Bener Meriah, dalam kesempatan ini, siswa memperoleh materi tentang menentukan ciri-ciri benih/biji berbagai varietas kopi oleh bapak Ishar, SP. Beliau menjelaskan bagaimana Pemilihan bibit kopi terbaik  dan unggul adalah jalan terbaik untuk menentukan hasil dari biji kopi yang berkualitas. Ada beberapa varietas bibit unggul untuk arabika dengan kode S 795, USDA 762, dan Kartika. Sedangkan varietas bibit unggul untuk jenis robusta yang dipergunakan adalah klon seperti klon BP 358 dan klon BP 42.

Pemilihan bibit kopi terbaik  biasanya diperoleh dari hasil cangkok hingga mengeluarkan akar dan siap dipindah dalam polibeg dengan menunggu pertumbuhan tanaman untuk siap ditanam sekitar berumur 3 bulan atau sudah kuat untuk ditanam dan dipindah pada lahan. Untuk membuat bibit tanaman kopi biasanya menggunakan sistem perkembangbiakan vegetative dengan cangkok/stek, terang Ishar.

Disamping itu, pak ishar juga menjelaskan Tugas dan Fungsi dari Kebun Percobaan (KP) Gayo dan BPTP Pondok Gajah, yaitu sebagai ; Kebun sumber daya genetik kopi Arabika Gayo, Pusat Pengkajian dan Penelitian tentang kopi Arabika Gayo, Kebun kunjungan Agrowisata kopi Arabika Gayo dalam dan luar negeri, Tempat pembibitan dan sumber benih kopi Arabika Gayo, dan  Sebagai Taman Persahabatan kopi Dunia. Ini semua karena BPTP Pondok Gajah memang fokusnya pada Varietas Kopi.

Mendengar penjelasan yang cukup baik dan teratur, para siswa terlihat sangat antusias dan bersemangat, malah beberapa siswa sempat berceletuk bahwa setelah tamat nanti ingin menjadi petani kopi, selain bisa menghasilkan dari segi ekonomi juga turut serta melestarikan tanaman kopi asli gayo.

Edi Rizal berharap kegiatan fieldtrip ini memberi dampak terhadap peningkatan motivasi belajar siswa dimana itu semua akan nampak ketika mereka tamat nanti menjadi modal terjun kedalam masyarakat, dengan harapan mereka bisa menjadi wirausahan muda pertanian khususnya kopi. (kimi).

Alhamdulillah, Pelaksanaan UNBK 2018 SMK-PP Negeri Saree telah berjalan dengan baik dan lancar sejak Senin 2 April hingga Kamis 5 April 2018, (5/4/18).

Tahun ini merupakan tahun ke 3 SMK-PP Negeri Saree melaksanakan Ujian Nasional berbasiskan Komputer. Ini semua tidak lepas dari komitmen pimpinan sekolah, kesiapan panitia dan tentunya juga karena dukungan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh serta Dinas Pendidikan Aceh. Ini terlihat dari tersedianya Komputer dan alat lainnya yang memadai untuk dilaksanakannya UNBK.

Pada tahun 2017/2018 ini sebanyak 140 siswa kelas XII mengikuti UNBK, jumlah ini merupakan siswa dari 4 Kompetensi Keahlian (Agribisnis Tanaman Pangan Hortikultura, Agribisnis Ternak Ruminansia, Agribisnis Tanaman Perkebunan, dan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian). Dimana setiap hari dibagi 3 kali sesi ujian untuk setiap Mata pelajaran yang di uji.

Pelaksanakan UNBK kali ini tidak mengalami kendala yang berarti, dimana semua proses dan kesiapan berjalan dengan lancar, baik dari segi ruangan, komputer, panitia, pengawas, peserta maupun listrik dan keamanan, begitu jelas Suryadi, SP selaku Operator. Sehingga diharapkan UNBK kali ini memberi hasil yang baik lagi memuaskan bagi peserta didik dan sekolah.

Dalam kesempatan ini, Muhammad Amin, SP.,MP selaku Kepala SMK-PP Negeri Saree mengucapkan Terima kasih kepada para wakasek, ketua KK, Bidang Kurikulum, Panitia, Proktor, operator, Pengawas (SMPN 1 Lembah Seulawah), pihak keamanan, komite sekolah, para guru dan staf serta seluruh pihak yang ikut mendukung dan menjaga kondisi seklah sehingga kegiatan UNBK ini berjalan dengan baik dan lancar. kepada para siswa tetap lah terus semangat, belajar dan menjaga kesehatan karena perjuangan kalian belum berakhir, masih ada beberapa kegiatan/ujian yang mesti diikuti, tutupnya. (kimi)

Siswa siswi Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) SMK-PP Negeri Saree melaksanakan Fieldtrip ke Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan-Aceh dan Laboratorium Kultur Jaringan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh.

Dibawah Bimbingan Kamaruzzaman, SP, MP selaku Koordinator Pembimbing,para siswa pada kesempatan pertama mengunjungi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan-Aceh yang dalam kesempatan ini disambut oleh Kasi Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian Abdul Azis, SPi.,MP serta peneliti/penyuluh di Aula BPTP Aceh, Senin (2/4/18). Dalam kunjungan para siswa diberitahu dan dinampakkan tentang teknologi produksi benih dan program kawasan rumah pangan lestari (KRPL) oleh M. Ramlan SP dan Ir. Syarifah Raihanah.

Menurut Kamaruzzaman, kedatangan tim dan siswa  merupakan bagian dari kurikulum sekolah menyangkut kompetensi keahlian. Selama ini siswa hanya belajar di dalam kelas saja,  pihaknya sengaja memboyong siswa untuk fieldtrip dan belajar di lapangan. "Dengan adanya kegiatan seperti ini siswa diharapkan memanfaatkan waktunya lebih efisien dan tentunya dapat memperoleh ilmu dan pengetahuan baru langsung dari pelaku/praktisi pertanian sehingga dapat meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari ilmu pertanian di sekolah", katanya.

Kemudian, Kamaruzzaman mewakili pimpinan SMK-PP Negeri Saree mengucapkan terima kasih kepada pihak BPTP yang telah menerima dan menyambut rombongan dengan sangat baik. Hal ini juga diamini oleh Asriati, SP dan Mursalin, SP yang ikut mendampingi siswa.

Sementara Kasi KSPP, Abdul Azis yang juga peneliti, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kunjungan siswa tersebut merupakan langkah tepat dan sangat bersinergi. Menurutnya, untuk menyebarluaskan inovasi teknologi pertanian yang telah dihasilkan Balitbangtan, diperlukan jejaring kerjasama antar lembaga. Kegiatan ini juga merupakan salah satu kegiatan yang tercantum dalam MoU antara BPTP Aceh dan SMK-PP Negeri Saree yang telah ditandatangani bulan maret lalu.

Hilda, salah seorang peserta sangat senang bisa berkunjung ke BPTP yang notabene nya sebagai lembaga riset di daerah. "Kami berjanji pengetahuan yang kami dapatkan akan kami sebarluaskan untuk membantu petani  agar menerapkan teknologi di seluruh pelosok Aceh", ujarnya penuh semangat.

Setelah menghabiskan waktu sekitar 2 jam di BPTP, rombongan lalu bergerak ke Laboratorium Kultur Jaringan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh yang kebetulan berada didepan kantor BPTP Aceh. Disini para siswa diterima oleh Kurnia Sari,S.Pd.I selaku pengelola Laboratorium Kultur Jaringan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh.

Selaku pengelola laboratorium, Sari, begitu sering dipanggil, menjelaskan apa dan bagaimana proses kultur jaringan berjalan ; suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti sekelompok sel atau jaringan yang ditumbuhkan dengan kondisi aseptik, sehingga bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri tumbuh menjadi tanaman lengkap kembali. Laboratorium Kultur Jaringan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh mengembangkan berbagai jenis tanaman Pisang.

Dengan kunjungan ke Laboratorium Kultur Jaringan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh ini diharapkan para siswa menjadi semakin paham tentang Kultur Jaringan seperti apa yang telah didapat disekolah sebelumnya.

Setelah itu, para siswa dan pembimbing melanjutkan kegiatan ke Museum Tsunami untuk mengenang dan melihat sejarah bagaimana musibah tsunami terjadi pada Desember 2004, semoga bias menjadi renungan dan peringatan bagi siswa siswi. Kegiatan fieldtrip diakhiri dengan mengunjungi wahana air Kutamalaka sebagai kegiatan hiburan bagi siswa, demikian kata pak Kamaruzzaman kepada awak media bidang Humas SMK-PP Negeri Saree. (kimi)

Keunduri Apam, para ibu guru dan staf SMK-PP Negeri Saree mengadakan kegiatan Keunduri Apam (5/4/18). ini merupakan tradisi masyarakat Aceh selama bulan Rajab untuk silaturahmi sesama tetangga. Bikin apamnya itu rame-rame, terus dimakan serukun tetangga mesti kebagian, begitu kata ibu Sukma mewakili bidang Humas.

Kebetulan juga hari ini adalah hari terakhir UNBK 2018, jadi kegiatan ini sekalian menjadi rangkaian rasa syukur sehingga berbagi kebahagiaan dengan makan apam secara bersama antara pegawai, pimpinan, siswa dan pengawan UNBK.

Sukma juga berkesempatan memberi sedikit penjelasan tentang Apam Aceh, Apam adalah makanan tradisional Aceh yang biasa dimasak pada bulan Rajab atau menjelang peringatan Isra Miraj. Tak mengherankan jika Bulan Rajab juga dikenal sebagai Bueleun apam dalam almanak Aceh. Apam terbuat dari campuran tepung beras, santan, air kelapa, air putih, dan garam serta gula pasir. Untuk membuat apam, tepung gandum, tepung beras dan garam diaduk dalam keadaan kering. Setelah itu tambahkan santan serta air putih. Kemudian diaduk lagi hingga menjadi adonan cair, begitu terangnya.

Sambil terus memasak apam, ibu sukma juga melanjutkan penjelasan tentang proses pembuatan apam, Garam tersebut berfungsi agar apam tidak lengket di pinggan tanah. Langkah terakhir tuangkan adonan ke dalam ceureulop. Tunggu sekitar lima menit, apam pun siap disajikan.Nah, jika adonan sudah siap, panaskan ceureulop (pinggan terbuat dari tanah) di atas tungku. Akan lebih bagus jika dimasak menggunakan kayu bakar. Setelah ceureulop mulai panas, masukan garam lalu diratakan menggunakan sabut kulit kelapa. Akan lebih nikmat jika apam dikonsumsi dengan kuah tuhe atau baluran parutan kelapa dan gula. Kuah tuhe bisa dibuat sendiri dengan santan kental, pisang, nangka, dan gula.

Jika menilik sejarah dan cerita para orang tua, kenduri apam memang sudah berlangsung sejak zaman Kesultanan Aceh Darussalam. Kenduri ini konon bermula dari seorang sufi bernama Abdullah Rajab yang hidup sangat miskin di Mekkah. Saat dia meninggal dunia, keluarganya tidak mampu menggelar acara kenduri seperti lazimnya.

Orang sekampungnya lantas berinisiatif membuat apam karena tidak memerlukan banyak bahan untuk membuatnya. Dari sanalah kemudian Kenduri Apam saban tahun mulai digelar saat bulan Rajab atau Buleuen Apam dalam almanak Aceh.

Keunikan lain dari Kenduri Apam ini yakni apam dimasak bergantian dari satu rumah ke rumah lain. "Hari ini masak apam di rumah orang lain, besok orang lain memasak apam di rumah kita. Demikian kata ibu sukma.

Semoga kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk menambah rasa persaudaraan dan meningkatkan kerjasama antar pegawai. Setelah sekian lama menunggu, kami berkesempatan mencicipi apam telah siap dibakar dengan kuah yang telah tersaji secara bersama-sama dengan pimpinan dan pengawas UNBK. Selamat menikmati. (kimi).

 

 

 

Pendaftaran siswa baru 2018 H

Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK-PP) Negeri Saree-Aceh yang dulunya dikenal dengan Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) berdiri pada tahun 1967 berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Propinsi Daerah Istimewa Aceh, Nomor : 7/Pend/1967, tanggal 2 Pebruari 1967, yang semula berlokasi di Jalan Panglima Nyak Makam No. 24 Banda Aceh dan pada tanggal 14 Agustus 1987 pindah ke Saree (Jalan Banda Aceh-Medan Km. 69 Saree Kabupaten Aceh Besar). Seiring perkembangannya SPMA berubah nama menjadi Sekolah Pertanian Pembangunan Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPP-SPMA) Negeri Saree Aceh, kemudian pada tahun 2011 berubah nomenklaturnya menjadi Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK-PP) Negeri Saree-Aceh, sesuai dengan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 35 tanggal 25 Juli 2011 tentang Pengelolaan Pendidikan dan Perubahan Nomenklatur Sekolah Pertanian Pembangunan Propinsi Daerah Istimewa Aceh menjadi Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian Negeri Aceh (SMK-PP Negeri Saree). SMK-PP Negeri Saree-Aceh saat ini sudah mengembangkan 3 (tiga) Program Keahlian, yaitu Agribisnis Tanaman, Agribisnis Ternak dan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian yang terdiri dari 6 (enam) Kompetensi Keahlian yaitu Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) kode kompetensi (078) dengan peringkat akreditasi (Grade A), Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP) kode kompetensi (079) dengan peringkat akreditasi (Grade A), Pemuliaan dan Pembenihan Tanaman  (PPT) kode kompetensi (080), Agribisnis Ternak Ruminansia (ATR) kode kompetensi (084) dengan peringkat akreditasi (Grade A), Agribisnis Ternak Unggas (ATU) kode kompetensi (085) dan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) kode kompetensi (089) dengan peringkat akreditasi (Grade A) Sejak tahun 2011 SMK-PP Negeri Saree-Aceh telah mendapatkan Sertifikat ISO 9001 : 2008.

 INFO GRAFIS PPDB 2018

Iklan koran WARNA k

 Pendaftaran siswa baru 2018 HH

download brosur

 

 

download formulir

 

 

download angket

 

Kalender Pendidikan

Login Member

Web Sekolah Indonesia designed by divisidatalitbang.net