smk bisa smk hebat

Siswa siswi Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) SMK-PP Negeri Saree melaksanakan Fieldtrip ke Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan-Aceh dan Laboratorium Kultur Jaringan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh.

Dibawah Bimbingan Kamaruzzaman, SP, MP selaku Koordinator Pembimbing,para siswa pada kesempatan pertama mengunjungi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan-Aceh yang dalam kesempatan ini disambut oleh Kasi Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian Abdul Azis, SPi.,MP serta peneliti/penyuluh di Aula BPTP Aceh, Senin (2/4/18). Dalam kunjungan para siswa diberitahu dan dinampakkan tentang teknologi produksi benih dan program kawasan rumah pangan lestari (KRPL) oleh M. Ramlan SP dan Ir. Syarifah Raihanah.

Menurut Kamaruzzaman, kedatangan tim dan siswa  merupakan bagian dari kurikulum sekolah menyangkut kompetensi keahlian. Selama ini siswa hanya belajar di dalam kelas saja,  pihaknya sengaja memboyong siswa untuk fieldtrip dan belajar di lapangan. "Dengan adanya kegiatan seperti ini siswa diharapkan memanfaatkan waktunya lebih efisien dan tentunya dapat memperoleh ilmu dan pengetahuan baru langsung dari pelaku/praktisi pertanian sehingga dapat meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari ilmu pertanian di sekolah", katanya.

Kemudian, Kamaruzzaman mewakili pimpinan SMK-PP Negeri Saree mengucapkan terima kasih kepada pihak BPTP yang telah menerima dan menyambut rombongan dengan sangat baik. Hal ini juga diamini oleh Asriati, SP dan Mursalin, SP yang ikut mendampingi siswa.

Sementara Kasi KSPP, Abdul Azis yang juga peneliti, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kunjungan siswa tersebut merupakan langkah tepat dan sangat bersinergi. Menurutnya, untuk menyebarluaskan inovasi teknologi pertanian yang telah dihasilkan Balitbangtan, diperlukan jejaring kerjasama antar lembaga. Kegiatan ini juga merupakan salah satu kegiatan yang tercantum dalam MoU antara BPTP Aceh dan SMK-PP Negeri Saree yang telah ditandatangani bulan maret lalu.

Hilda, salah seorang peserta sangat senang bisa berkunjung ke BPTP yang notabene nya sebagai lembaga riset di daerah. "Kami berjanji pengetahuan yang kami dapatkan akan kami sebarluaskan untuk membantu petani  agar menerapkan teknologi di seluruh pelosok Aceh", ujarnya penuh semangat.

Setelah menghabiskan waktu sekitar 2 jam di BPTP, rombongan lalu bergerak ke Laboratorium Kultur Jaringan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh yang kebetulan berada didepan kantor BPTP Aceh. Disini para siswa diterima oleh Kurnia Sari,S.Pd.I selaku pengelola Laboratorium Kultur Jaringan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh.

Selaku pengelola laboratorium, Sari, begitu sering dipanggil, menjelaskan apa dan bagaimana proses kultur jaringan berjalan ; suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti sekelompok sel atau jaringan yang ditumbuhkan dengan kondisi aseptik, sehingga bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri tumbuh menjadi tanaman lengkap kembali. Laboratorium Kultur Jaringan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh mengembangkan berbagai jenis tanaman Pisang.

Dengan kunjungan ke Laboratorium Kultur Jaringan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh ini diharapkan para siswa menjadi semakin paham tentang Kultur Jaringan seperti apa yang telah didapat disekolah sebelumnya.

Setelah itu, para siswa dan pembimbing melanjutkan kegiatan ke Museum Tsunami untuk mengenang dan melihat sejarah bagaimana musibah tsunami terjadi pada Desember 2004, semoga bias menjadi renungan dan peringatan bagi siswa siswi. Kegiatan fieldtrip diakhiri dengan mengunjungi wahana air Kutamalaka sebagai kegiatan hiburan bagi siswa, demikian kata pak Kamaruzzaman kepada awak media bidang Humas SMK-PP Negeri Saree. (kimi)

Kalender Pendidikan

Web Sekolah Indonesia designed by divisidatalitbang.net