Burni

Burni

Mudahkanlah, jangan dipersulit!

Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK-PP) Negeri Saree menamatkan 140 orang siswa tahun 2018 ini, Sabtu (12/5/2018).

140 lulusan angkatan 49 tersebut dikukuhkan di aula kampus 1 SMK-PP Negeri Saree yang dihadiri oleh orang tua/wali siswa siswa tersebut, Perwakilan Gubernur Aceh, Pejabat Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Dinas Pendidikan Aceh, para undangan dari berbagai SMK Banda Aceh dan Aceh Besar, dan Pelaku Usaha bidang industri pertanian, serta perwakilan kantor/dinas seputaran Saree.

Para lulusan yang telah dikukuhkan tadi merupakan siswa dari 4 Kompetensi Keahlian yaitu ; Agribisnis Tanaman Pangan Hortikultura (ATPH) 62 orang, Agribisnis Ternak Ruminansia (ATR) 54 orang, Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP) 15 orang dan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) 9 orang. Dimana juara umum diraih oleh Cut Tasya Nabila, alumni Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Kepala SMK-PP Negeri Saree, Muhammad Amin, SP., MP dalam pidato sambutannya kepada wisudawan angkatan 49 menyampaikan rasa syukur atas program-program yang dipercayakan kepada SMK-PP Negeri Saree Aceh untuk meningkatkan dan menunjang kemajuan peserta didik serta guru dan tenaga kependidikan, diantaranya adalah Program Revitalisasi SMK, Pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP-P1) dan Sekolah Pencetak Wirausaha (SPW) dari Kemendikbud dan dari Kementan diantaranya Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP). Selain itu prestasi yang berhasil diraih adalah dengan terpilihnya Kepala Sekolah terbaik dan Laboran terbaik SMK tahun 2018 yang akan maju ke tingkat Nasional mewakili Provinsi Aceh pada Agustus mendatang serta penghargaan bagi guru berprestasi.

Kemudian, dalam sambutan Gubernur yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Ir. Chairil Anwar, MP menyampaikan lima poin penting kepada SMK-PP Negeri Saree Aceh yaitu ; 1. Mampu mengembangkan spesialisasi yang sesuai dengan kebutuhan lapangan dan wirausaha sebagaimana juga bahwa selama 10 tahun terakhir sektor pertanian menjadi penunjang utama pertumbuhan ekonomi di Aceh, 2. mampu meningkatkan kesejahteraan pegawai dan alumni, 3. Mampu mengantisipasi dampak globalisasi dan Revolusi Industri jilid 4.0 abad 21 dengan kreativitas dan etos kerja. 4. Menjadi aset yang sangat dibutuhkan masyarakat. 5.Mampu membangun, mengembangkan dan meningkatkan jaringan Usaha. Sehingga program dan harapan pemerintah dalam dunia pertanian akan tercapai terutama masalah ketahanan pangan.

Dalam rangkaian Acara wisuda siswa/i SMK-PP Negeri Saree kali ini juga dilakukan penandatanganan MoU kerjasama antara SMK-PP Negeri Saree Aceh dengan 11 lembaga pemerintah serta jaringan dunia usaha dan Industri (DUDI) yaitu ; PLUT KUMKM Aceh - Lembaga Pendampingan Usaha Kecil Menengah, BPTP Aceh - Lembaga Penelitian dan teknologi pertanian, Puskesmas Saree - Pendampingan Sekolah dan Kantin Sehat, BPTU HPT Indrapuri - lembaga penelitian Ternak Unggul, PT. Aceh Unggas Mandiri - Perusahaan Budidaya Ayam Broiler Usaha Rotiku, Getlatela Banda Aceh - Usaha Makanan Labu dan Ketela, Nozy Banda Aceh - Usaha Aneka Juice Buah, PT. Hasera Sagoesa Aceh Timur - Perusahaan Kelapa Sawit, Nacara Farm Pidie Jaya - Budidaya Kambing Burka, dan UD. Aceh Tani Lestari - Budidaya Sapi dan Kambing, Diharapkan dengan MoU kerjasama tersebut dapat meningkatkan mutu pendidikan dan lulusan SMK - PP N Saree Saree sebagaimana yang dicita-citakan.

Kamis, 28 Desember 2017 01:22

OSC with Avitex Membantu Siswa Kurang Mampu

Jakarta: Kompetisi beasiswa Online Scholarship Competition (OSC) with Avitex memberikan kesan mendalam bagi para pemenang. Ricky Yantho, pemenang OSC with Avitex tahun 2016, menilai program ini benar-benar memberikan kesempatan anak Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi.
 
Dia mengatakan, saat ini banyak siswa yang ingin kuliah, namun tak punya cukup biaya. Ada banyak program beasiswa, tapi belum tentu menanggung 100 persen biaya kuliah.
 
"Bagus, karena memberikan kesempatan kepada kami yang kekurangan. Bisa menjangkau banyak daerah dan saling berkompetisi. Selain itu bisa sebagai jalur alternatif untuk kuliah," kata Ricky, saat ditemui di malam penghargaan OSC with Avitex 2017 di Kuningan City, Jakarta Selatan, Senin, 18 Desember 2017.
 
Berkat OSC with Avitex, sekarang Ricky bisa kuliah di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Dia berharap Avitex Cat Tembok terus mendukung OSC dalam mencetak generasi hebat.
 
"Karena Indonesia harus dikembangkan pendidikannya, agar menjadi negara maju. Tidak banyak orang yang punya kesempatan kuliah," imbuhnya.
 
OSC with Avitex tahun 2016 lalu meninggalkan banyak kenangan. Hingga saat ini, peserta tahun lalu masih merasakan suasana tes online dan offline OSC. Seperti diakui Titania Agnes Sudarmaji, perempuan asal Ponorogo, Jawa Timur.
 
"Ketika menang rasanya senang. Saya pikir tidak akan menang, karena nama saya disebut paling akhir. Dari sini juga saya bertemu room mate di asrama kampus, dia dari Batam," tutur Agnes yang kini kuliah di UMN, jurusan Ilmu Manajemen.

Suka cita juga dirasakan Anasthesia Karunia Charles, pemenang OSC with Avitex 2016 yang kini kuliah di Universitas Trisakti, jurusan Sistem Informasi. Hatinya senang bukan main, karena gadis yang karib disapa Ade ini merasa usahanya selama ini tak sia-sia, ditambah lagi ia datang dari jauh.
 
"Saat mau tes offline benar-benar mikir, karena finansial keluarga sedang tidak bagus, tapi ingin sekali berangkat. Akhirnya dibolehkan kakak, tapi syaratnya harus serius dan saya sudah buktikan itu. Saya ingin meringankan beban dan membahagiakan keluarga, karena ayah saya sudah meninggal," ungkap Ade yang  berasal dari Medan.

Ade berpendapat penyelenggaraan OSC with Avitex 2017 semakin hebat, karena kuota pemenang dan universitas bertambah. Dengan demikian, peluang anak Indonesia kuliah di universitas yang diinginkan semakin terbuka lebar.
 
"Mudah-mudahan bisa digelar setiap tahun, karena benar-benar membantu anak yang ingin kuliah di tempat yang baik. Semoga Avitex Cat Tembok terus bekerja sama dengan OSC dan terima kasih buat Avitex Cat Tembok, sukses terus," ucapnya.


(ROS)

Sumber: http://news.metrotvnews.com/peristiwa/gNQyZ5aN-osc-with-avitex-membantu-siswa-kurang-mampu

Kamis, 28 Desember 2017 01:14

Prestasi

PRESTASI Sekolah
PERIODE 2007 s/d 2017

  • Juara Umum Olimpiade Sains (IMO, IPHO, IBO, ICHO, Informatika dan Astronomi) Tingkat Kabupaten Tahun 2007
  • Juara 1 Karya Ilmiah Remaja Tingkat Provinsi Tahun 2007.
  • Juara III Karya Ilmiah Remaja Tingkat Nasional tahun 2008.
  • Juara I Siswa Teladan/Berprestasi Tingkat Provinsi tahun 2008.
  • Juara I LKS Bidang Otomotif Tingkat Provinsi tahun 2009.
  • Juara III LKS Bidang Otomotif Tingkat Nasional tahun 2009.
  • Juara II Lomba Paskribaka Tingkat Provinsi tahun 2011.
  • Juara I Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi tahun 2017.
Halaman 1 dari 4

Cari

Pengunjung

004705
Hari ini
Minggu Lalu
Bulan lalu
Semua
293
978
0
4705

Your IP: 54.196.110.222
2018-05-23 22:38