smkpp.saree@yahoo.com 06517595047

Inovasi Pertanian Organik: Kolaborasi SMK-PP Negeri Saree Aceh dan Bank Indonesia

Sebuah inovasi besar telah dilakukan oleh SMK-PP Negeri Saree Aceh, bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI), dalam mengembangkan kegiatan pertanian organik terpadu klaster tanaman pangan dan hortikultura. Melalui demplot Padi, Bawang merah, dan Cabai merah, mereka memperkenalkan metode pertanian full organik yang menggunakan limbah padat dan cair sebagai sumber pupuk dan energi biogas.

Metode terobosan ini, yang dikenal sebagai pertanian organik integrated farming system, menempatkan ternak sapi sebagai bagian integral dari proses pertanian. Limbah kotoran sapi dikumpulkan dan difermentasikan dengan bantuan Mikroba Alfalfa (MA - 11), menciptakan sumber pupuk padat dan cair yang kaya akan nutrisi.

Azanuddin Kurnia SP, MP, Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, menjelaskan bahwa upaya ini bertujuan untuk menghasilkan pangan sehat sambil mendukung kemandirian dan modernisasi pertanian bagi generasi muda petani. Program ini juga sejalan dengan Gerakan Mandiri Pangan (Gampang) dan Aceh Troe yang dicanangkan Gubernur Aceh.

Kepala SMK-PP Negeri Saree, Muhammad Amin SP, MP, menambahkan bahwa kolaborasi dengan BI tidak hanya membawa manfaat praktis dalam pembelajaran bagi siswa dan peningkatan kompetensi guru, tetapi juga membuka peluang kerja baru untuk alumni dan petani milenial.

Dr. Nugroho, penemu MA - 11, menyatakan kebanggaannya terhadap kontribusinya dalam memajukan pertanian organik di Aceh. Laboratorium mini MA - 11 yang dibangun merupakan yang ke-39 di Indonesia, dan diharapkan akan memberikan manfaat yang besar bagi sekolah dan petani milenial dalam mengembangkan pertanian organik.

Pimpinan Kanca BI Banda Aceh, Achris Sarwani, menekankan pentingnya kegiatan seperti ini dalam menjaga stabilitas ekonomi melalui pengembangan sektor pertanian. Dengan modal kecil dan produksi tinggi, pertanian organik menjadi solusi yang menjanjikan untuk menyediakan pangan yang cukup sambil mengurangi kemiskinan.

Kegiatan pelatihan dan tanam perdana ini, yang dihadiri oleh berbagai pihak termasuk instansi pemerintah dan komunitas pertanian, menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan pertanian organik yang berkelanjutan dan berdaya saing. Dengan konsep pertanian full organik yang terpadu, Aceh berada di jalur yang tepat menuju masa depan pertanian yang lebih cerah dan berkelanjutan.

divisidata

Admin Humas